Kanker saluran cerna x Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi
Kanker Esofagus

Kanker esofagus menduduki peringkat ke-8 jenis kanker yang paling sering didiagnosis dan peringkat ke-6 penyebab kematian akibat kanker di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2020 terdapat 604.000 kasus baru kanker esofagus dan 544.000 kasus kematian akibat kanker esofagus, artinya 1 dari setiap 18 orang yang meninggal akibat kanker adalah kanker esofagus, dan sekitar 70% di antaranya adalah pasien pria. Menurut Globocan tahun 2020, di Indonesia terdapat 1.327 kasus baru kanker esofagus dan 1.283 kematian karena kanker esofagus. Kanker esofagus sering ditemukan di Cina, India, timur laut Iran, tenggara Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. Kanker ini umumnya lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan wanita.

Pasien kanker esofagus bisa hidup berapa lama?
Kanker Esofagus
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 20% - 30%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 5% - 25%
Stadium menengah (stadium II – III)
sekitar 2% - 5%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker esofagus

Kanker esofagus terbagi menjadi dua jenis, yakni adenokarsinoma (AC) dan karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma/SCC). Secara global, dari seluruh kasus kanker esofagus yang ditemukan pada pria dan wanita, 85% di antaranya merupakan jenis karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma/SCC).

Gejala utama pada kanker esofagus berupa :
Sakit atau kesulitan saat menelan.
Sakit pada tenggorokan, punggung, belakang tulang dada atau diantara tulang belikat.
Penurunan berat badan secara drastis dan mendadak.
Mulas dan gangguan pencernaan.
Suara serak dan batuk.
Muntah dan batuk darah.
Gejala kanker esofagus
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi, minim komplikasi : pengobatan Minimal Invasif dapat mempertahankan sebagian besar esofagus, tindakan ini hanya memerlukan sayatan kecil, sehingga dapat menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi dan komplikasi.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien semaksimal mungkin.

Operasi reseksi
1. Reseksi menyebabkan banyak komplikasi : operasi pengangkatan sebagian esofagus dapat menyebabkan kesulitan saat menelan dan stenosis esofagus.
2. Memengaruhi fungsi pencernaan : rentan terjadi disfungsi esofagus pasca operasi, seperti esophagitis refluks dan lainnya.
3. Masa pemulihan panjang : pasca operasi, pasien harus melakukan latihan rehabilitasi dan penyesuaian pola makan dalam jangka waktu yang lama.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, muntah, sariawan, dll yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa esofagus yang akhirnya menyebabkan disfagia dan reaksi buruk lainnya.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Diagnosis*
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Esofagus

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Pasien Vietnam, 43-tahun Chen Qingsong di (TRAN THANH TUNG), Rumah Sakit Kanker modern Guangzhou, suara serak, dan tidak bisa seperti orang normal hanya bisa makan makanan cair. Setelah operasi tumor 5 cm menghilang, mengembalikan kemampuan berkomunik
Kanker Lambung

Berdasarkan pada data statistik IARC, pada tahun 2020 kasus baru kanker di dunia mencapai 19,3 juta kasus, dimana kanker lambung menduduki peringkat ke-5 dengan jumlah kasus sebesar 1,09 juta. Di antara 10 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia, kanker lambung menempati peringkat keempat, dengan sekitar 770,000 kasus. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, Insidensi kanker lambung di Indonesia diperkirakan sebanyak 3.484 kasus dengan mortalitas 2.946 kasus. Pada populasi tertentu di Indonesia, seperti etnis Timur, Papua, Bugis, dan Batak dikatakan memiliki risiko kanker lambung yang lebih tinggi.

Pasien kanker lambung bisa hidup berapa lama?
Kanker Lambung
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 65% - 95%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 25% - 70%
Stadium menengah (stadium II – III)
di bawah 5%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker kambung

Jenis kanker lambung meliputi : adenokarsinoma, gist, tumor karsinoid dan limfoma, dimana 90-95% nya berupa adenokarsinoma. Gejala awal dari kanker lambung tidak terlihat jelas, namun saat kanker lambung telah berkembang menuju stadium lanjut, gejalanya dapat berupa:

Gejala utama pada kanker kambung berupa :
Penurunan nafsu makan dan berat badan secara drastis tanpa sebab.
Mual, muntah, rasa sakit dan kesulitan saat menelan.
Feses berdarah atau muntah darah.
Mulas dan gangguan pencernaan.
Nyeri atau muncul benjolan pada perut bagian atas.
Merasa kembung setelah makan.
Kanker Lambung
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi : pengobatan Minimal Invasif dapat mempertahankan sebagian besar lambung, mengurangi dampak gastrektomi terhadap kualitas hidup pasien.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat, minim komplikasi, dan dapat memperbaiki kualitas hidup pasien.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1-2 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien semaksimal mungkin.

Operasi reseksi
1. Reseksi menyebabkan banyak komplikasi : operasi kanker lambung biasanya memerlukan pengangkatan sebagian atau seluruh lambung, mudah menyebabkan disfungsi saluran cerna, infeksi, pendarahan dan komplikasi lainnya.
2. Malnutrisi : operasi pengangkatan lambung mudah menyebabkan kekurangan asupan nutrisi, sehingga pasien memerlukan dukungan nutrisi tambahan dari luar.
3. Masa pemulihan panjang : operasi pengangkatan lambung dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa pada pasien sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, diare dll yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa lambung yang akhirnya menyebabkan ketidaknyamanan pada gastrointestinal dan reaksi buruk lainnya.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Diagnosis*
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Lambung

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
Tanggal 13 Mei adalah Hari Ibu Internasional. Ibu Yang dari Indonesia melewati hari Ibu yang pertama di ruang rawat inap RS Modern setelah dia datang ke China.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
Raja Sihanouk dalam 20 tahun terakhir hidupnya, menggunakan pengobatan kombinasi dalam melawan kanker, dan dengan yakin dan berani melawan kanker, patut kita kagumi, dia adalah pahlawan antikanker dalam hati kita!
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
pasien kanker lambung dengan Tan Hua (ASM Tanvir Ahmed) dari Bangladesh, Modern Cancer Hospital Guangzhou, China telah menerima kemoterapi intervensi serta operasi penenaman biji partikel, kondisinya terkontrol dengan baik.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
Heng Sotha, berasal dari Phnom Penh, Kamboja, telah ke berbagai negara demi mencari pengobatan untuk kanker pancreas, dalam suatu kesempatan ia datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan kemprehensif, dan mendapatkan hasil y
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
Pasien kanker lambung yang berasal dari Vietnam, Nguyễn Khắc Chương menjalani pengobatan di Modern Cancer Hospital GuangZhou, sudah berjuang melawan kanker lambung selama 4 tahun dan akan terus tetap semangat berjuang melawan kanker tersebut.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
VietnamKelangsungan hidup 15 th
Intervensi + Cryosurgery
Labis, pasien asal Filipina menjalani 6 kali Intervensi dan 3 kali Terapi Natural di Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelahnya, tumor yang menyebar ke bagian paru-paru pun menghilang, nafsu makannya meningkat dan berat badannya bertambah.
Kanker Usus

Kanker usus atau disebut juga kanker kolorektal (CRC), secara global menduduki peringkat ke-3 kasus kanker yang paling sering ditemui dan peringkat ke-2 penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Berdasarkan pada data statistik IARC, pada tahun 2020 terdapat 1,93 juta kasus baru kanker kolorektal, atau menyumbang 9,7% dari jumlah kasus kanker baru di seluruh dunia. Artinya, 1 dari setiap 10 kasus baru adalah kanker kolorektal. Menurut statistik terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia, kematian akibat kanker usus besar di Indonesia menyumbang 10,2% kematian pada laki-laki dan 8,5% kematian pada perempuan. Sekitar 18.353 orang meninggal karena kanker usus besar setiap tahunnya.

Pasien kanker usus bisa hidup berapa lama?
Kanker Usus
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 80% - 95%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 25% - 80%
Stadium menengah (stadium II – III)
dibawah 25%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker usus

Pada stadium awal, umumnya kanker usus tidak menunjukkan gejala. Namun jika terdapat gejala, umumnya bisa berupa:

Gejala utama pada kanker usus berupa :
Perubahan kebiasaan buang air besar, termasuk diare atau sembelit.
Feses berdarah.
Rasa tidak nyaman pada perut yang terus-menerus seperti kram, bengkak atau nyeri.
Rasa BAB yang tidak tuntas.
Penurunan berat badan tanpa sebab.
Kanker Usus
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi, stoma : pengobatan Minimal Invasif dapat menghilangkan tumor sekaligus menjaga fungsi organ secara maksimal, sehingga pasien terbebas dari stoma.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat, minim komplikasi, dan dapat memperbaiki kualitas hidup pasien.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1-2 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien secara maksimal.

mdt
Operasi reseksi
1. Reseksi stoma menyebabkan banyak komplikasi : reseksi usus atau stoma mudah menyebabkan komplikasi seperti obstruksi usus, disfungsi saluran cerna dan infeksi.
2. Memengaruhi kesehatan fisik dan mental : anus buatan atau ostomi dapat memengaruhi gaya hidup dan kesehatan mental pasien.
3. Malnutrisi : reseksi usus mudah menyebabkan kekurangan asupan nutrisi, sehingga pasien memerlukan dukungan nutrisi tambahan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
4. Masa pemulihan panjang : reseksi usus atau stoma dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa pada pasien, sehingga memperpanjang waktu pemulihan fisik dan mental.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, diare, kelelahan dll. yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa usus yang akhirnya menyebabkan reaksi buruk seperti rasa tidak nyaman dan sakit perut saat BAB.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Diagnosis*
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Usus

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi
Pasien kanker kolorektal yang berasal dari Bangladesh merasa selama dirawat inap dokter dan perawat di Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat hangat dan perhatian. Jadi kerabat dekatnya menuliskan surat apresiasi.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi
Pasien kanker kolorektal yang berasal dari Bangladesh merasa selama dirawat inap dokter dan perawat di Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat hangat dan perhatian. Jadi kerabat dekatnya menuliskan surat apresiasi.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker dubur
Intervensi
Penderita kanker Indonesia HATTA di Modern Cancer Hospital Guangzhou setelah perawatan, kondisinya membaik dan tetap sejak itu, sebagai bentuk apresiasi, surat ucapan terima kasih baru.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi
kanker kolorektal pasien Indonesia HATTA dan kantong empedu karsinoma LIM NAM KHING di Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk memperoleh efek terapi yang baik. Selama enam tahun, Liu Miao belum ada kekambuhan dari kanker kolorektal, terima kasih Moder
Form IconHubungi Kami
Nama:
Diagnosis*
Nomor Telp*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kanker saluran cerna x Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi
  • Kanker Esofagus
    Kanker Esofagus
  • Kanker Lambung
    Kanker Lambung
  • Kanker Usus
    Kanker Usus
Kanker Esofagus

Kanker esofagus menduduki peringkat ke-8 jenis kanker yang paling sering didiagnosis dan peringkat ke-6 penyebab kematian akibat kanker di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2020 terdapat 604.000 kasus baru kanker esofagus dan 544.000 kasus kematian akibat kanker esofagus, artinya 1 dari setiap 18 orang yang meninggal akibat kanker adalah kanker esofagus, dan sekitar 70% di antaranya adalah pasien pria. Menurut Globocan tahun 2020, di Indonesia terdapat 1.327 kasus baru kanker esofagus dan 1.283 kematian karena kanker esofagus. Kanker esofagus sering ditemukan di Cina, India, timur laut Iran, tenggara Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. Kanker ini umumnya lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan wanita.

Kanker Esofagus
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 20% - 30%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 5% - 25%
Stadium menengah (stadium II – III)
sekitar 2% - 5%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker esofagus

Kanker esofagus terbagi menjadi dua jenis, yakni adenokarsinoma (AC) dan karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma/SCC). Secara global, dari seluruh kasus kanker esofagus yang ditemukan pada pria dan wanita, 85% di antaranya merupakan jenis karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma/SCC).

Gejala utama pada kanker esofagus berupa :
Sakit atau kesulitan saat menelan.
Sakit pada tenggorokan, punggung, belakang tulang dada atau diantara tulang belikat.
Penurunan berat badan secara drastis dan mendadak.
Mulas dan gangguan pencernaan.
Suara serak dan batuk.
Muntah dan batuk darah.
Gejala kanker esofagus
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi, minim komplikasi : pengobatan Minimal Invasif dapat mempertahankan sebagian besar esofagus, tindakan ini hanya memerlukan sayatan kecil, sehingga dapat menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi dan komplikasi.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien semaksimal mungkin.

Operasi reseksi
1. Reseksi menyebabkan banyak komplikasi : operasi pengangkatan sebagian esofagus dapat menyebabkan kesulitan saat menelan dan stenosis esofagus.
2. Memengaruhi fungsi pencernaan : rentan terjadi disfungsi esofagus pasca operasi, seperti esophagitis refluks dan lainnya.
3. Masa pemulihan panjang : pasca operasi, pasien harus melakukan latihan rehabilitasi dan penyesuaian pola makan dalam jangka waktu yang lama.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, muntah, sariawan, dll yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa esofagus yang akhirnya menyebabkan disfagia dan reaksi buruk lainnya.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Diagnosis*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Esofagus

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Pasien Vietnam, 43-tahun Chen Qingsong di (TRAN THANH TUNG), Rumah Sakit Kanker modern Guangzhou, suara serak, dan tidak bisa seperti orang normal hanya bisa makan makanan cair. Setelah operasi tumor 5 cm menghilang, mengembalikan kemampuan berkomunik
Kanker Lambung

Berdasarkan pada data statistik IARC, pada tahun 2020 kasus baru kanker di dunia mencapai 19,3 juta kasus, dimana kanker lambung menduduki peringkat ke-5 dengan jumlah kasus sebesar 1,09 juta. Di antara 10 juta kematian akibat kanker di seluruh dunia, kanker lambung menempati peringkat keempat, dengan sekitar 770,000 kasus. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, Insidensi kanker lambung di Indonesia diperkirakan sebanyak 3.484 kasus dengan mortalitas 2.946 kasus. Pada populasi tertentu di Indonesia, seperti etnis Timur, Papua, Bugis, dan Batak dikatakan memiliki risiko kanker lambung yang lebih tinggi.

Pasien kanker lambung bisa hidup berapa lama?
Kanker Lambung
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 65% - 95%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 25% - 70%
Stadium menengah (stadium II – III)
di bawah 5%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker kambung

Jenis kanker lambung meliputi : adenokarsinoma, gist, tumor karsinoid dan limfoma, dimana 90-95% nya berupa adenokarsinoma. Gejala awal dari kanker lambung tidak terlihat jelas, namun saat kanker lambung telah berkembang menuju stadium lanjut, gejalanya dapat berupa:

Gejala utama pada kanker kambung berupa :
Penurunan nafsu makan dan berat badan secara drastis tanpa sebab.
Mual, muntah, rasa sakit dan kesulitan saat menelan.
Feses berdarah atau muntah darah.
Mulas dan gangguan pencernaan.
Nyeri atau muncul benjolan pada perut bagian atas.
Merasa kembung setelah makan.
Kanker Lambung
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi : pengobatan Minimal Invasif dapat mempertahankan sebagian besar lambung, mengurangi dampak gastrektomi terhadap kualitas hidup pasien.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat, minim komplikasi, dan dapat memperbaiki kualitas hidup pasien.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1-2 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien semaksimal mungkin.

Operasi reseksi
1. Reseksi menyebabkan banyak komplikasi : operasi kanker lambung biasanya memerlukan pengangkatan sebagian atau seluruh lambung, mudah menyebabkan disfungsi saluran cerna, infeksi, pendarahan dan komplikasi lainnya.
2. Malnutrisi : operasi pengangkatan lambung mudah menyebabkan kekurangan asupan nutrisi, sehingga pasien memerlukan dukungan nutrisi tambahan dari luar.
3. Masa pemulihan panjang : operasi pengangkatan lambung dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa pada pasien sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, diare dll yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa lambung yang akhirnya menyebabkan ketidaknyamanan pada gastrointestinal dan reaksi buruk lainnya.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Diagnosis*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Lambung

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Tanggal 13 Mei adalah Hari Ibu Internasional. Ibu Yang dari Indonesia melewati hari Ibu yang pertama di ruang rawat inap RS Modern setelah dia datang ke China.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Raja Sihanouk dalam 20 tahun terakhir hidupnya, menggunakan pengobatan kombinasi dalam melawan kanker, dan dengan yakin dan berani melawan kanker, patut kita kagumi, dia adalah pahlawan antikanker dalam hati kita!
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
pasien kanker lambung dengan Tan Hua (ASM Tanvir Ahmed) dari Bangladesh, Modern Cancer Hospital Guangzhou, China telah menerima kemoterapi intervensi serta operasi penenaman biji partikel, kondisinya terkontrol dengan baik.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Heng Sotha, berasal dari Phnom Penh, Kamboja, telah ke berbagai negara demi mencari pengobatan untuk kanker pancreas, dalam suatu kesempatan ia datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan kemprehensif, dan mendapatkan hasil y
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Pasien kanker lambung yang berasal dari Vietnam, Nguyễn Khắc Chương menjalani pengobatan di Modern Cancer Hospital GuangZhou, sudah berjuang melawan kanker lambung selama 4 tahun dan akan terus tetap semangat berjuang melawan kanker tersebut.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
Intervensi
Labis, pasien asal Filipina menjalani 6 kali Intervensi dan 3 kali Terapi Natural di Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelahnya, tumor yang menyebar ke bagian paru-paru pun menghilang, nafsu makannya meningkat dan berat badannya bertambah.
Kanker Usus

Kanker usus atau disebut juga kanker kolorektal (CRC), secara global menduduki peringkat ke-3 kasus kanker yang paling sering ditemui dan peringkat ke-2 penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Berdasarkan pada data statistik IARC, pada tahun 2020 terdapat 1,93 juta kasus baru kanker kolorektal, atau menyumbang 9,7% dari jumlah kasus kanker baru di seluruh dunia. Artinya, 1 dari setiap 10 kasus baru adalah kanker kolorektal. Menurut statistik terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia, kematian akibat kanker usus besar di Indonesia menyumbang 10,2% kematian pada laki-laki dan 8,5% kematian pada perempuan. Sekitar 18.353 orang meninggal karena kanker usus besar setiap tahunnya.

Pasien kanker usus bisa hidup berapa lama?
Kanker Usus
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun
sekitar 80% - 95%
Stadium awal (stadium I)
sekitar 25% - 80%
Stadium menengah (stadium II – III)
dibawah 25%
Stadium akhir (stadium IV)
Gejala kanker usus

Pada stadium awal, umumnya kanker usus tidak menunjukkan gejala. Namun jika terdapat gejala, umumnya bisa berupa:

Gejala utama pada kanker usus berupa :
Perubahan kebiasaan buang air besar, termasuk diare atau sembelit.
Feses berdarah.
Rasa tidak nyaman pada perut yang terus-menerus seperti kram, bengkak atau nyeri.
Rasa BAB yang tidak tuntas.
Penurunan berat badan tanpa sebab.
Kanker Usus
Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi VS Pengobatan Konvensional

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menggunakan metode baru pengobatan kanker yang terintegrasi yakni “Terapi Minimal Invasif Bertarget Gabungan Pengobatan Timur dan Barat”, seperti Intervensi, Brachytherapy, Combined Knife, Microwave Ablation, NanoKnife, Cryosurgery, dll. yang dikombinasikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik pasien, untuk mengembangkan rancangan pengobatan Minimal Invasif yang terintegrasi dan dipersonalisasi.

Pengobatan Minimal Invasif Terintegrasi

1. Tanpa reseksi, stoma : pengobatan Minimal Invasif dapat menghilangkan tumor sekaligus menjaga fungsi organ secara maksimal, sehingga pasien terbebas dari stoma.

2. Minim luka, minim efek samping, minim komplikasi, pemulihan cepat : pengobatan Minimal Invasif merupakan jenis operasi non-terbuka dengan luka minim, sehingga rasa nyeri pasca operasi lebih minim, pemulihan lebih cepat, minim komplikasi, dan dapat memperbaiki kualitas hidup pasien.

3. Waktu pengobatan yang singkat : siklus pengobatan Minimal Invasif adalah sekitar 1-2 minggu, dengan masa pemulihan yang singkat dan efeknya cepat terlihat, sehingga membantu pasien kembali beraktivitas normal lebih cepat.

4. Pasien tidak perlu antre, dapat langsung diobati begitu masuk RS.

5. Konsultasi individual, melindungi privasi dan keamanan pasien secara maksimal.

mdt
Operasi reseksi
1. Reseksi stoma menyebabkan banyak komplikasi : reseksi usus atau stoma mudah menyebabkan komplikasi seperti obstruksi usus, disfungsi saluran cerna dan infeksi.
2. Memengaruhi kesehatan fisik dan mental : anus buatan atau ostomi dapat memengaruhi gaya hidup dan kesehatan mental pasien.
3. Malnutrisi : reseksi usus mudah menyebabkan kekurangan asupan nutrisi, sehingga pasien memerlukan dukungan nutrisi tambahan untuk menjaga keseimbangan nutrisi.
4. Masa pemulihan panjang : reseksi usus atau stoma dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang luar biasa pada pasien, sehingga memperpanjang waktu pemulihan fisik dan mental.
Radioterapi
1. Efek samping yang besar : radioterapi sering kali disertai dengan efek samping seperti mual, diare, kelelahan dll. yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, sehingga memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
3. Luka yang besar : mudah memicu peradangan dan fibrosis pada mukosa usus yang akhirnya menyebabkan reaksi buruk seperti rasa tidak nyaman dan sakit perut saat BAB.
Kemoterapi
1. Efek samping yang besar : sering disertai dengan efek samping berupa rambut rontok, anemia, muntah, imunosupresi, dll yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup pasien.
2. Efektivitas pengobatan tidak stabil : pasien rentan mengalami masalah berupa resistansi terhadap obat kemoterapi, imunosupresi, dll yang akhirnya menurunkan efektivitas pengobatan, peningkatan komplikasi dan tingkat kesulitan dalam pengobatan semakin tinggi.
3. Masa pengobatan yang panjang : biasanya membutuhkan 8-24 kali, sehingga dapat memengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien.
Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Diagnosis*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Kisah Pasien Kanker Usus

Mereka berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang pernah mengalami penderitaan yang sama akibat kanker. Namun, kini, dengan pengobatan minimal invasif yang efektif dan layanan berkualitas tinggi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mereka telah mendapatkan kembali kesehatannya dan menjadi penyintas kanker. Di sini, mereka berbagi pengalaman dan kehangatan anti kanker kepada semua orang.

https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi + Cryosurgery
Pasien kanker kolorektal yang berasal dari Bangladesh merasa selama dirawat inap dokter dan perawat di Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat hangat dan perhatian. Jadi kerabat dekatnya menuliskan surat apresiasi.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi + Cryosurgery
Pasien kanker kolorektal yang berasal dari Bangladesh merasa selama dirawat inap dokter dan perawat di Modern Cancer Hospital Guangzhou sangat hangat dan perhatian. Jadi kerabat dekatnya menuliskan surat apresiasi.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker dubur
Intervensi + Cryosurgery
Penderita kanker Indonesia HATTA di Modern Cancer Hospital Guangzhou setelah perawatan, kondisinya membaik dan tetap sejak itu, sebagai bentuk apresiasi, surat ucapan terima kasih baru.
https://www.moderncancerhospital.co.id/templets/images/defaultpic.jpg
kanker kolorektal
Intervensi + Cryosurgery
kanker kolorektal pasien Indonesia HATTA dan kantong empedu karsinoma LIM NAM KHING di Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk memperoleh efek terapi yang baik. Selama enam tahun, Liu Miao belum ada kekambuhan dari kanker kolorektal, terima kasih Moder
Form IconHubungi Kami
Nama:
Nomor Telp*
Diagnosis*
Hasil pemeriksaan*
Kantor Perwakilan
Konsultasi
WA