Seberapa Besar Harapan Hidup Para Pasien Kanker Stadium Lanjut?
+  -

Saat awal terdiagnosa, tidak sedikit pasien yang merasa seperti divonis kematian, mereka merasa hidupnya tidak lama lagi dan kehilangan rasa optimis. Namun, seiring perkembangan teknologi pengobatan kanker, banyak pasien kanker yang mempunyai prognosis yang ideal, seperti kualitas hidup meningkat, kelangsungan hidup yang panjang dan lain sebagainya. Bahkan ada pasien yang berhasil bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, banyak pasien yang setelah menjalani pengobatan Minimal Invasif mendapatkan hasil pengobatan yang efektif. Mereka menggunakan pengalaman mereka sendiri untuk menafsirkan bahwa kanker≠kematian. Di sini, kami akan berbagi pengalaman mereka yang telah berhasil melawan kanker.

Sung Djan Tju, Kanker Nasofaring, Kelangsungan Hidup Mencapai 10 Tahun


Sung Djan Tju

Tahun 2009, Sung Djan Tju menemukan bagian tenggorokannya terdapat benjolan sebesar telur, di Indonesia ia terdiagnosa kanker nasofaring stadium lanjut. Ia menjalani operasi, namun dua bulan kemudian, kankernya kambuh kembali, dokter sekali lagi menyarankannya untuk menjalani operasi. Kakak dari suami Sung Djan Tju mengatakan: “Jangan operasi lagi, pergilah berobat ke Guangzhou, China. Beberapa teman saya yang terdiagnosa kanker, mereka menjalani pengobatan di Guangzhou. Saya kenal dengan seorang dokter bernama Lin Jing, ia berada di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.”Setelah Sung Djan Tju mendengar saran dari keluarganya, pada bulan Juli 2009 ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou ia menjalani banyak pengobatan Minimal Invasif, termasuk Intervensi, Terapi Natural dan Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Minimal Invasif bertarget. Sampai saat ini, 10 tahun sudah berlalu, Sung Djan Tju sudah tidak perlu kembali ke rumah sakit dan menjalani pengobatan. Teringat akan pengalamannya, ia sangat antusias,“Kanker bukan tidak bisa diobati, hanya perlu rasa optimis, terus berjuang, kita pasti bisa sembuh.”Klik untuk kisah selengkapnya

Hatta, Kanker Rektum, Kelangsungan Hidup Mencapai 12 Tahun


Hatta

Tahun 2007, Hatta didiagnosa kanker rektum, dokter menyarankan ia secepatnya menjalani operasi dan bersiap membuat anus buatan. Namun ia menolak itu, dikarenakan ia tidak ingin dirinya hidup dengan membawa kantong kolostomi seumur hidup. Sampai akhirnya, Hatta mendapatkan informasi mengenai pengobatan Minimal Invasif bertarget di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, metode ini tanpa operasi namun dapat mencapai hasil pengobatan yang sama seperti operasi. Kemudian, bulan April 2007, ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah menjalani pengobatan Intervensi, radioterapi lokal, Terapi Natural dan pengobatan kombinasi lainnya, keluhan BAB berdarah dan tumornya menghilang. Sejak itu, Hatta setiap tahunnya kembali ke rumah sakit untuk kontrol rutin, ia tidak mengalami kekambuhan dan penyebaran. Dapat dilihat, prognosis Hatta sangat ideal. Sampai saat ini, sudah 12 tahun berlalu, Hatta tidak mengalami kekambuhan. Klik untuk kisah selengkapnya

Elly, Limfoma, Kelangsungan Hidup Mencapai 11 Tahun


Elly

Bulan Desember 2007, Elly mendapati benjolan sebesar kacang merah di lehernya, ia juga mengalami sariawan pada mulutnya. Ia didiagnosa “TB kelenjar” di rumah sakit Jakarta. Bulan Maret 2008, Elly pergi ke Malaysia untuk menjalani pengobatan, hasil biopsi menunjukkan limfoma stadium III. Bulan Mei, ia datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani Intervensi dan berbagai pengobatan komprehensif lainnya. Benjolan yang ada di lehernya mengecil secara bertahap, kondisi fisiknya secara perlahan kembali normal. Bulan Mei 2016, Elly kembali ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Hasil pemeriksaan membuatnya sangat senang, benjolan yang ada di lehernya sudah menghilang secara menyeluruh, kondisi fisiknya normal. Sampai hari ini, pasien kanker limfoma stadium III ini sudah bertahan hidup selama 11 tahun. Klik untuk kisah selengkapnya

Tjhai Soe Dji, Kanker Serviks, Kelangsungan Hidup Mencapai 10 Tahun


Tjhai Soe Dji

Bulan Juni 2009, Tjhai Soe Dji melakukan pemeriksaan ke rumah sakit karena ia merasa sakit di bagian perutnya, ia didiagnosa kanker serviks stadium IV. Dikarenakan takut dengan operasi dan risiko pasca operasi, Tjhai Soe Dji dan keluarga menolak saran operasi di Singapura dan Malaysia. Setelah itu, suami Tjhai Soe Dji mendapatkan informasi tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dari koran. Pada tanggal 17 Desember, Tjhai Soe Dji bersama suaminya datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. “Saat pertama datang ke sini, kondisi saya sangat buruk, hanya berjalan beberapa langkah sudah merasa sangat lelah, tidak bisa makan, ke mana-mana harus menggunakan kursi roda.” Setelah menjalani Intervensi, Terapi Natural, TCM dan Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Minimal Invasif Bertarget, kondisinya membaik, beberapa kali menjalani pemeriksaan tidak ditemukan kekambuhan dan penyebaran. Saat ini tumor di tubuh sudah hilang secara menyeluruh. Tanggal 12 April 2019, ketika Tjhai Soe Dji bertemu dengan staff yang pernah mewawancarainya dulu di Indonesia, wajah Tjhai Soe Dji merah merona, kondisi fisiknya sangat sehat. Ia pernah berkata “Menghadapi kanker dengan sikap yang baik, mengikuti saran dokter, percaya dengan saran pengobatan dari dokter dan bekerja sama dalam pengobatan, maka kita mempunyai kesempatan untuk sembuh.”Benar, ia telah melakukan itu. Klik untuk kisah selengkapnya

Indahwati Iwan, Kanker Payudara, Kelangsungan Hidup Mencapai 8 Tahun

Indahwati Iwan

Tahun 2011, Indahwati Iwan datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk melakukan pemeriksaan dikarenakan diare, hasil pemeriksaan menyatakan payudara kanannya terdapat tumor ganas dan ia didiagnosa kanker payudara stadium II. Ia memilih untuk menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, karena ia percaya dengan teknologi pengobatan yang maju di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantunya menang melawan kanker. Setelah menjalani pengobatan komprehensif, dan atas perawatan dan dukungan dari tim medis, kondisinya membaik dan kembali normal. Sejak itu, setiap tahunnya ia rutin kembali ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk kontrol, menjalani Terapi Natural, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kekambuhan. Sampai saat ini, kankernya tidak pernah kambuh, beberapa kali ia menjalani PET/CT scan, semuanya normal. Ia dengan senang mengatakan “Kondisi saya saat ini sangat baik, di Indonesia orang mengatakan saya tidak terlihat seperti seorang pasien.”Klik untuk kisah selengkapnya

Ang Lim Huat, Kanker Nasofaring, Kelangsungan Hidup Mencapai 8 Tahun

Ang Lim Huat dan istri berfoto bersama dokter penanggung jawab

Tahun 2011, Ang Lim Huat terdiagnosa kanker nasofaring, dokter di Singapura menyarankannya untuk segera menjalani pengobatan di rumah sakit. Seluruh keluarganya bergegas mencari pengobatan untuknya. Sampai akhirnya, anaknya mendapatkan informasi tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dari internet. Setelah membandingkan standarisasi pengobatan dan pelayanan, ia akhirnya memilih St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Bulan Juli 2011, Ang Lim Huat datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, ia menjalani pengobatan Intervensi dan beberapa metode komprehensif lainnya. Tanggal 14 Desember 2011, ia kembali ke rumah sakit untuk kontrol. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan tumornya sudah hilang secara menyeluruh. Tanggal 11 Mei 2015, ia kembali lagi ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk pemeriksaan ulang. Pada saat menjalani pemeriksaan, ia dan istri sangat khawatir jika terjadi kekambuhan. Hari kedua, hasil medisnya keluar dan kondisi penyakit terkontrol dengan baik, tidak ada tanda-tanda kekambuhan. Klik untuk kisah selengkapnya

Nguyễn Khắc Chương, Kanker Lambung, Kelangsungan Hidup Mencapai 9 Tahun

Nguyễn Khắc Chương

Tahun 2010, Nguyễn Khắc Chương didiagnosa kanker lambung stadium lanjut, ia menjalani operasi di rumah sakit 108 Vietnam. Setelah ¾ dari lambungnya dipotong, Nguyễn Khắc Chương mengalami demam tinggi, sel kankernya juga menyebar ke bagian paru dan penyakitnya memasuki stadium lanjut. Dokter di Vietnam memvonis “sisa hidupnya tinggal 3-4 bulan lagi”. Bulan Juli, ia dengan kondisi kanker lambung yang menyebar ke paru, esofagus, hati dan bagian lainnya, datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjalani 7 kali pengobatan Minimal Invasif, termasuk Intervensi, Terapi Natural, dan Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat Minimal Invasif Bertarget. Sampai hari ini, sudah 9 tahun berlalu, Nguyễn Khắc Chương tidak perlu kembali kontrol ke rumah sakit dan menjalani pengobatan lagi. Sebagai ketua Bo Ai Cancer Club, ia aktif berpartisipasi dalam acara seminar yang diadakan oleh kantor perwakilan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou di Hanoi, Vietnam, untuk membagikan pengalamannya melawan kanker serta memotivasi lebih banyak lagi pasien kanker. Ia mengatakan, “Kanker tidaklah menakutkan, yang penting adalah harus menjaga kestabilan stamina tubuh, menjaga ketenangan pikiran. Harus memiliki keyakinan terhadap teknologi pengobatan saat ini, aktif mencari pengobatan. Dengan adanya teknologi baru, kanker tidak lagi menakutkan.”Klik untuk kisah selengkapnya

Song Gong Qing, Kanker Esofagus, Kelangsungan Hidup Mencapai 10 Tahun

Song Gong Qing

Tahun 2009, Song Gong Qing didiagnosa kanker esofagus, setelah itu ia menjalani operasi di Vietnam. Setelah operasi, kondisi fisik Song Gong Qing menjadi sangat lemah, berat badannya menurun hingga 17kg. Untuk mengontrol kondisi penyakitnya, dokter di Vietnam menyarankannya untuk menjalani kemoterapi. Namun karena ia takut efek samping dari kemoterapi, seperti mual, muntah, insomnia dan sebagainya, takut kondisinya menjadi lemah pasca operasi, ia menolaknya. Sampai akhirnya, seorang teman yang pernah berobat di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan kondisinya yang sudah normal, menyarankannya untuk pergi China menjalani pengobatan. Kemudian, Song Gong Qing memilih pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah menjalani Intervensi, Terapi Natural dan metode lainnya, prognosisnya sangat baik, kondisi fisinya pulih kembali, berat badannya juga meningkat. Setelah ia kembali ke Vietnam dan menjalani beberapa pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kekambuhan dan penyebaran. Sampai saat ini, sudah 10 tahun berlalu, Song Gong Qing tidak mengalami kekambuhan. Klik untuk kisah selengkapnya

Jika Anda terdiagnosa kanker, kami di sini untuk membantu Anda. Anda dapat membuat Reservasi via Online atau menghubungi kami di 081297897859.

Kanker bukanlah kematian. Ketika kanker datang, mereka semua menentukan pilihan yang sama, yaitu berobat ke China. Memilih teknologi pengobatan kanker yang minim luka, minim efek samping, hasil yang efektif. Memilih rumah sakit St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan akreditasi JCI internasional. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou membentuk tim medis MDT, yang mengumpulkan dokter dari departemen onkologi, bedah, penyakit dalam, radiologi, TCM, keperawatan dan lain sebagainya, untuk mengembangkan rancangan pengobatan personal yang sesuai untuk pasien kanker yang berbeda. Rumah sakit memiliki 18 teknologi pengobatan terdepan, seperti : Intervensi, Cryosurgery, Radioterapi lokal, Terapi Natural dan sebagainya, memberikan harapan baru bagi pasien kanker.

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59