Kisah Pasien Kanker Tenggorokan

Kanker laring, pengobatan kanker laring, Intervensi, Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Sebelum pengobatan, tumor di leher kanan Prasit lebih besar dari genggaman tangan

Pada tanggal 4 April, Prasit sangat senang, pertama kali ia makan makanan Thailand di China, hampir 1 ekor ikan dimakannya, “Makanan ini adalah makanan paling enak yang pernah saya makan selama 4 tahun ini!” Ia mengatakannya dengan mantap setelah menghabiskan makan malamnya. Dikarenakan tumor yang ada di lehernya, selama 4 tahun terakhir ia tidak pernah mengkonsumsi makanan yang enak ini!

Takut Terhadap Efek Samping Dari Kemoradioterapi

4 tahun yang lalu, Prasit terdiagnosa mengidap kanker enggorokan. Dokter setempat menyarankannya untuk melakukan kemoterapi sistemik, tetapi ia menolak karena mempertimbangkan efek samping setelahnya. Ia mengatakan : ”Saya langsung muntah begitu menjalani, jadi sekarang saya sangat takut ketika masuk rumah sakit”. Kemudian, dokter memberitahunya, karena radioterapi dapat membuat gigi sebelah kanannya lepas maka sebaiknya dicabut sebelum menjalani radioterapi, supaya terhindar dari efek samping yang lebih berat. Sehingga saya pun mencabut gigi saya, tetapi saya tidak jadi menjalani metode tersebut. Karena untuk dapat menjalani pengobatan di rumah sakit Thailand diperlukan waktu mengantri yang lama, setelah menunggu beberapa lama, Prasit pun memutuskan untuk tidak melakukan pengobatan di sana, ditambah ketakutannya terhadap efek samping kemoradioterapi. Ia pun memutuskan tidak melakukan pengobatan apapun, dan hanya melakukan terapi biasa di rumah.

Gangguan Tumor Besar di Leher

Sekitar 1 tahun yang lalu, tumbuh sebuah tumor di leher kanan Prasit. Tumor ini semakin membesar hingga sebesar buah kelapa, tumor tersebut merusak bagian kulit, bernanah dan berdarah, serta mengeluarkan cairan putih. Prasit sering tidak bisa tidur dikarenakan rasa sakit yang dialaminya, berat badan nya pun turun hingga 20 kg. Suatu kali, saat tidur, ia bermimpi dirinya tenggelam, kemudian ia terbangun dari mimpinya dan menyadari bahwa tumornya yang bernanah mengeluarkan banyak darah, sampai membasahi baju dan celananya, ia seakan terbaring di kubangan darah segar. Beberapa tahun terakhir, kanker yang menjeratnya membuat semangat Prasit menjadi rapuh, rutinitas yang dilakukannya setiap hari hanyalah bercermin, menggunakan kedua tangannya untuk mengukur tumor yang mengesalkan itu, sambil berpikir dalam hati, coba saja tumor ini dapat menghilang suatu hari nanti.

“Saya bisa bertahan hingga hari ini berkat istri saya”, Prasit mengatakan : “Selama 4 tahun ini ia selalu mendampingi saya, menggantikan obat untuk saya 2-3 kali dalam sehari, ia ikut menderita bersama dengan saya”. Karena tumor menekan saluran pernafasan, kerongkongan dan saluran napas bagian laring, ia hanya bisa mengkonsumsi makanan yang lembut, bernafas pun kian sulit untuk dilakukannya, suaranya berubah menjadi parau. Istrinya selalu mengolah makanannya menjadi carian, dan menyuapinya dengan sedotan.

Usaha Bersama Anggota MDT, Mengubah Tumor Raksasa Menjadi Kecil

Prasit mengatakan : “Kemudian kami melihat informasi di koran tentang Modern Cancer Hospital Guangzhou, setelah itu kami pun mencari tahu tentang rumah sakit ini di internet, tetapi kami tidak tahu apakah ini benar atau tidak, kami juga khawatir mengenai biaya pengobatan yang mahal.” Setelah melalui pertimbangan, akhirnya ia pun mendengarkan saran sang istri. Pada tanggal 12 Maret 2015, ia pun datang ke Modern Cancer Hospital Guangzhou, tetapi saat itu ia juga sudah mempersiapkan diri kalau-kalau ia tidak bisa kembali lagi.

Kanker laring, pengobatan kanker laring, Intervensi, Modern Cancer Hospital Guangzhou

  Setelah pengobatan, sewaktu keluar dari rumah sakit (5 April), tumor sudah sekecil telur ayam

Namun, pengobatan kali ini justru membawa perubahan bagi Prasit!

Prasit mengatakan : “Benar-benar sebuah keajaiban, baru saja melakukan pengobatan selama 20 hari, tumor saya yang tadinya sebesar kelapa mengecil hingga sekecil telur ayam. Selain itu, 2 hari sebelum keluar dari rumah sakit, indera pengecap saya pun menjadi pulih kembali.”

Diagnosa dari rumah sakit menunjukkan ukuran tumor di leher kanannya : 20x18x10cm, sedangkan pembengkakan kelejar getah bening pada leher kirinya sudah sebesar 5x4x3cm, ia terdiagnosa menderita kanker tenggorokan (karsinoma sel skuamosa) dengan metastase ke kelenjar getah bening di leher kiri dan kanan (stadium 4B).

Karena mempertimbangkan kondisi tumor yang menekan saluran tenggorokan (laring trakea) dan membuatnya kesulitan bernapas, maka tim medis MDT Modern Cancer Hospital Guangzhou memutuskan melakukan Tracheostomy terlebih dahulu, untuk menyelesaikan masalah kesulitan bernapas dan menjamin keamanan tindakan selanjutnya. Pada tanggal 14 Maret, ahli bedah berhasil menjalankan Tracheostomy. Kemudian pada tanggal 23 Maret dilakukan Intervensi dan 30 Maret dilakukan Cryosurgery pada tumor di leher kanannya. Dokter yang menangani Prasit membandingkan hasil rontgen tanggal 12 Maret pada saat Prasit awal masuk rumah sakit dan hasil rontgen tanggal 5 April pada saat Prasit keluar dari Rumah sakit, ia mengatakan :”Tumor sudah mengecil menjadi hanya 1/5 nya.”

Prasit mengatakan : “Setelah Intervensi, saya dapat melihat tumor saya mengecil setiap harinya. Terlebih lagi 4 hari setelah Intervensi, tumor sudah mengecil hingga 40 %, saat itu juga kepercayaan diri saya bangkit kembali, dan saat itu juga saya bisa tertawa kembali, sudah 4 tahun saya tidak tertawa sebahagia ini!”

Proses pengobatan yang harus dijalani Prasit masih belum selesai, tetapi ia sudah tidak sabar untuk membagikan pengalamannya, untuk dapat membantu lebih banyak orang mendapatkan pengobatan yang sesuai sedini mungkin. Prasit mengatakan : ”Pasien kanker di Thailand masih banyak yang belum mendapatkan metode pengobatan yang sesuai, karena Tuhan telah memberikan kesempatan hidup kembali kepada saya, saya berharap saya bisa melakukan sesuatu.” Pada tanggal 10 April, ia dan seorang teman yang sama-sama mendapatkan kesembuhan di Modern Cancer Hospital Hospital menjalani wawancara dari stasiun televisi terbesar ke-2 dan harian terbesar ke-2 di Thailand, mereka membagikan kisah perjuangan merela melawan kanker.


Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59