Q&A Tentang Kanker Nasofaring

       Kanker nasofaring, pengobatan kanker nasofaring, pencegahan kanker nasofaring, gejala kanker nasofaring, metode operasi untuk pengobatan kanker nasofaring, Modern Cancer Hospital Guangzhou, pasien kanker nasofaring, pengobatan kanker nasofaring di China

      Pertanyaan : Mengapa tidak menggunakan metode operasi untuk mengobati kanker nasofaring?

  Jawaban : Pertama, lokasi anatomi yang spesial. Letak kanker nasofaring cenderung tersembunyi, diameter vertikalnya hanya sekitar 5.5–6.0 cm, seperti ukuran kotak korek api bentuk persegi. Di belakangnya terdapat tulang belakang leher, di atasnya terdapat dasar tengkorak, serta adanya kelenjar sublingual pada foramen lacerum, Glossopharyngeal, vagus, saraf aksesori menjadi akses penting arteriovenosa rongga tengkorak, kanker nasofaring juga bisa menyerang ke bagian otak, kedua sisinya memiliki arteri besar, vena dan jaringan limfatik. Di dalam pembuluh darah yang besar, saraf kranial berukuran kecil yang mengelilingi tumor membuat operasi radikal sulit dilakukan, sulit untuk tidak merusak struktur vital tersebut, oleh karena itu, pernyataan “Anatomi yang terbatas menjadikan metode operasi bukanlah metode pengobatan yang ideal bagi kanker nasofaring” memiliki dasar yang objektif.

  Pertanyaan : Jenis penyakit apa saja yang sering membuat kanker nasofaring salah didiagnosis?

  Jawaban : 1. Lymphosarcoma

  Kasus lymphasarcoma sering terjadi pada anak muda, tumor primernya berukuran besar, sering timbul gejala serius pada bagian hidung dan telinga, metastasis ke kelenjar getah bening, namun tidak hanya di bagian leher saja, bisa juga menyerang kelenjar getah bening di seluruh tubuh, kerusakan saraf kranial juga sering ditemukan pada kanker nasofaring, yang pada akhirnya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

  2. Lesi proliferatif

  Pada dinding atas, dinding belakang atau dinding samping nasofaring sering ditemukan nodul tunggal atau ganda, pembengkakan seperti bukit permukaan nodular mukosa pucat merah, halus, umumnya timbul di bagian dasar mukosa nasofaring atau adenoid, sebagian di antaranya merupakan kelenjar yang mengeluarkan lendir, kemudian membentuk kista retensi.

  3. TBC kelenjar

  Sebagian besar pasien memiliki riwayat penyakit TBC, selain gejala hidung tersumbat dan mimisan, ada juga yang mengalami gejala lain seperti demam, keringat dingin, penurunan berat badan, emboli, edema, ulkus pada bagian hidung dengan warna yang lebih muda; pemeriksaan lanjut dapat membantu menemukan basil tahan asam (BTA), bisa disertai dengan limfadenopati; pada kasus pembengkakan kelenjar getah bening, bisa dilakukan pemeriksaan biopsi untuk menemukan bakteri tuberkulosis.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami via online, email atau telepon. Untuk info-info terkini, anda dapat mengunjungi Facebook dan Youtube kami.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59