Menurut statistik terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2014 terdapat 48.998 kasus baru kanker payudara dan 19.730 kasus kematian di Indonesia. Ini disebabkan karena keterbatasan metode pengobatan, dan tidak lebih dari 10% pasien yang berhasil mempertahankan payudaranya.

Apakah pasien kanker payudara harus melakukan reseksi payudara? Apakah operasi dan kemoradioterapi merupakan satu-satunya pilihan pengobatan untuk pasien kanker payudara?

Survivor Kanker Payudara

Saya didiagnosa kanker payudara stadium awal, dan dari awal memilih untuk menjalani pengobatan minimal invasif, saat ini saya tidak ada bedanya dengan orang sehat!

Saya Telah Bertahan 7 Tahun (2011-Sekarang)

Indahwati Jutiami——Indonesia

Sikap optimis adalah kunci keberhasilan melawan kanker. Kanker payudara tidak dapat menghentikan kecintaan saya terhadap yoga. Sebaliknya, sekarang saya lebih menghargai hidup.

Saya Telah Bertahan 7 Tahun (2011-Sekarang)

Hang Thi Cuc——Vietnam

Pilihan pengobatan pertama untuk kanker payudara sangat penting. Jika sejak awal saya memilih Minimal Invasif, saya rasa saya dapat mengurangi banyak penderitaan.

Saya Telah Bertahan 7 Tahun (2011-Sekarang)

VENNY NYOTOWIJOYO——Indonesia

Saya mengira kematian adalah satu-satunya pilihan bagi pasien kanker payudara, tetapi ternyata dengan pantang menyerah dan aktif mencari pengobatan, kehidupan dapat diteruskan

Saya Telah Bertahan 8 Tahun (2010-Sekarang)

Zhou Yue E——Indonesia

Saya takut operasi dan kemoradiasi. Untungnya, saya telah menemukan metode ini di sini. Ini adalah kabar baik bagi pasien kanker payudara lanjut usia.

Saya Telah Bertahan 4 Tahun (2014-Sekarang)

Lin Yulan——Indonesia

Apa Saja Pilihan Pengobatan untuk Pasien Kanker Payudara?

1.Pasien Stadium Awal (Stadium 0 – II)

Rancangan pengobatan : Lumpektomi

Keunggulan : Minim luka, minim rasa sakit, melindungi bentuk payudara, serta melindungi fungsi organ. Jika dikombinasikan dengan pengobatan komprehensif, efektifitasnya setara dengan operasi.

Kekurangan : Operasi konservasi payudara memiliki keterbatasan, metode ini hanya cocok diterapkan pada pasien stadium awal.

2.Pasien Stadium Lanjut (Stadium III-IV)

Rancangan pengobatan : Mastektomi radikal+Rekonstruksi payudara

Keunggulan : Menghilangkan sel tumor secara tuntas sementara merekonstruksi kembali payudara, menjaga kesehatan dan kepercayaan diri wanita, minim komplikasi pasca operasi dan tidak meningkatkan risiko kekambuhan tumor atau metastasis.

Kekurangan : Tidak cocok untuk pasien yang lemah, lanjut usia, yang takut atau tidak dapat menjalani operasiini hanya cocok diterapkan pada pasien stadium awal.

3.Pasien Segala Stadium

Rancangan pengobatan : Pengobatan komprehensif Minimal Invasif

Keunggulan :
1.Cocok untuk pasien kanker payudara segala stadium, menentukan rancangan pengobatan Minimal Invasif sesuai kondisi pasien.
2.Minim luka dengan luka sayat dalam milimeter, pemulihan relatif cepat, bisa mencapai hasil yang sama seperti operasi.
3.Minim efek samping, bertarget, minim komplikasi, dapat dilakukan berulang

Rancangan pengobatan kanker payudara apa yang cocok untuk saya?
Klik Konsultasi Online atau hubungi kami di 081297897859.

Contoh Kasus Pengobatan Kanker Payudara

Selain lumpektomi, mastektomi radikal+rekonstruksi payudara, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou juga memiliki 18 teknologi Minimal Invasif seperti Intervensi, Cryosurgery, Microwave Ablation, Brachytherapy dan lainnya, yang cocok untuk pasien kanker payudara segala stadium.

Jika belum mencoba teknologi ini, janganlah menyerah dalam pengobatan!

Berikut ini adalah perbandingan kondisi pasien RS kami sebelum dan sesudah pengobatan.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai metode pengobatan payudara lainnya, segera menghubungi 0812 978 978 59 atau mengisi form di bawah ini dan daftar konsultasi dengan spesialis kanker payudara, kami dengan senang hati melayani Anda.

Form Appointment

Ada Tidak Ada

unggah gambar

Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59