Empat Bulan Pengobatan Minimal Invasif, Tumor Pasien Kanker Timus Stadium 3B Asal Indonesia Mengecil hingga 1cm
+  -

kanker timus, Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Taruma Tribudiman

Tanggal 16 September 2018, Taruma Tribudiman didiagnosa kanker timus di rumah sakit Pondok Indah Jakarta. Dua hari setelah didiagnosa, Taruma Tribudiman ditemani keluarga, datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk mencari pengobatan. “Saudara saya pernah didiagnosa kanker lidah stadium 4B. Setelah ia menjalani pengobatan di sini, ia bertahan hidup selama 8 tahun, saat ini kondisinya sangat sehat. Karena itu, saat saya terdiagnosa kanker, saya langsung datang ke rumah sakit ini,”tutur Taruma Tribudiman.

Sebenarnya, satu bulan sebelum masuk rumah sakit, Taruma Tribudiman merasakan gejala pusing, benjolan di leher dan gejala tidak nyaman lainnya. Dikarenakan ia mempunyai pola makan dan olahraga yang baik, ia sulit mempercayai diagnosa dari rumah sakit Pondok Indah. Atas rekomendasi kerabatnya, ia langsung datang ke kantor perwakilan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou yang ada di Jakarta. “Di kantor perwakilan Jakarta, dr. Peng menentukan metode Minimal Invasif yang disesuaikan dengan kondisi saya, dan saya juga mendapatkan banyak informasi bahwa di rumah sakit ini mempunyai banyak sekali teknologi Minimal Invasif yang belum ada di Indonesia. Bahkan metode ini minim efek samping, ditambah hasil pengobatan saudara saya sangat efektif, maka ketika masuk ke rumah sakit ini saya tidak khawatir sama sekali,” kenang Taruma Tribudiman.

Tanggal 17 September 2018, Taruma Tribudiman pertama kali datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Setelah menjalani biopsi, ia didiagnosa kanker timus stadium 3B, tumornya berukuran 5*5cm. Ahli onkologi dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dr. Peng Xiaochi mengatakan, kanker timus adalah jenis penyakit tumor mediastinum yang paling sering ditemui. Dikarenakan tumor ini dekat dengan jantung, pembuluh darah besar dan organ vital lainnya, tindakan operasi mempunyai risiko yang sangat besar, mudah menyebabkan kerusakan organ, pendarahan dan komplikasi lainnya. Jika dibandingkan, tingkat keamanan teknologi baru Minimal Invasif lebih tinggi, dapat membunuh tumor dengan akurat, minim luka, pemulihan cepat. Tim medis MDT menentukan metode pengobatan Brachytherapy + Intervensi yang disesuaikan dengan kondisinya.

kanker timus, Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Taruma Tribudiman berfoto bersama dokter penanggung jawab

Tanggal 8 Oktober 2018, Taruma Tribudiman menjalani Brachytherapy pertama. Dikarenakan ia tidak pernah mendengar teknologi ini sebelumnya, sebelum menjalani tindakan ia sedikit merasa khawatir, tetapi hasilnya diluar dugaannya. Selesai menjalani Brachytherapy pertama, gejala sakit kepala dan sesak di leher mereda, kondisinya membaik secara signifikan. Dokter yang menanganinya mengatakan, penentuan jumlah partikel yang ditanamkan disesuaikan dengan ukuran jaringan tumor, semakin besar jaringan tumor maka biji partikel yang ditanamkan semakin banyak. Untuk ukuran tumor Taruma Tribudiman ditanamkan 20 biji partikel, partikel tersebut seperti“ranjau darat” yang membunuh sel tumor dengan akurat namun tidak merusak sel normal lainnya dan minim efek samping.

Tanggal 13 Oktober 2018, Taruma Tribudiman mulai menjalani Intervensi pertama. Kali ini ia tidak lagi takut dan sangat menantikan hasil setelah pengobatan. “Intervensi adalah pengobatan dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui arteri di paha kiri, kemudian obat disuntikkan tepat ke pusat tumor. Jika dibandingkan dengan kemoterapi sistemik, hasilnya lebih akurat dan minim efek samping. Dua puluh empat jam setelah menjalani Intervensi, saya sudah bisa turun dari ranjang dan beraktivitas normal, sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas saya,” Taruma Tribudiman menjelaskan saat ia pertama kali menjalani Intervensi.

kanker timus, Intervensi, Cryosurgery, Brachytherapy, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Sebelum keluar rumah sakit, Taruma Tribudiman dan staf rumah sakit berfoto bersama

Tanggal 21 Oktober 2018, Taruma Tribudiman menyelesaikan pengobatan pertama. Saat ia kembali lagi ke Guangzhou pada tanggal 3 November 2018, hasil pemeriksaan membuat ia sangat terkejut. Hasil CT scan menunjukkan tumornya sudah mengecil hingga 2,4cm. Sampai pada kunjungan keempat, ia sudah menjalani 3 kali Intervensi + 1 kali Brachytherapy, tumornya sudah mengecil hingga 1,2cm. Gejala leher sesak, lelah, pusing dan gejala lainnya yang dirasakannya pada awal masuk rumah sakit, semua menghilang. Kondisinya berangsur menjadi stabil.

Sebelum keluar dari rumah sakit, Taruma Tribudiman tidak lupa memberikan semangat kepada pasien lainnya, “Kanker tidak menakutkan. Saudara saya sudah menjalani pengobatan Minimal Invasif dan berhasil bertahan hidup 8 tahun, saat ini kondisinya masih sangat sehat. Saya percaya kita juga bisa berhasil melawan kanker. Mari kita berjuang bersama.”

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59