Menjalani Pengobatan Minimal Invasif 2 Bulan, Membuat Pasien Multiple Myeloma Hidup Kembali
+  -

multiple myeloma, kanker, pengobatan kanker, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Immunotherapy, Traditional Chinese Medicine

Lee Tuti Susanti, asal Indonesia, tahun ini berusia 55 tahun, adalah seorang pasien multiple myeloma stadium lanjut. Bulan Juni 2018, Lee Tuti Susanti mulai mengalami gejala sakit di bagian punggung, batuk dan sebagainya. Di rumah sakit Jakarta, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ia mengalami osteoporosis, ia tidak terlalu menganggap serius masalah ini. Tidak disangka ini merupakan gejala awal kanker.

Setiap tahunnya, Lee Tuti Susanti melakukan pemeriksaan rutin di Malaysia, tahun 2018 hasil pemeriksaan medis menunjukkan hemoglobinnya menurun dan globulinnya meningkat. Di rumah sakit Singapura, melalui pemeriksaan sumsum tulang belakang terlihat bahwa pada darahnya terdapat 64% sel kanker, dan ia didiagnosa multiple myeloma stadium lanjut.

Menolak Kemoterapi, Memilih Pengobatan Minimal Invasif Untuk Pengobatan Multiple Myeloma Stadium Lanjut

“Saya menolak saran dokter di Singapura yang menyarankan mama saya untuk menjalani kemoterapi. Karena melalui informasi dari WhatsApp, saya mengetahui bahwa di Guangzhou, China ada metode pengobatan “Metode Gabungan Pengobatan Timur-Barat Bertarget Minimal Invasif”, yang membuat saya sangat tertarik dengan metode ini adalah ciri khas dari TCM yang dikombinasikan dengan pengobatan modern Minimal Invasif, minim efek samping, hasil pengobatan yang efektif,” ujar anak Lee Tuti Susanti.

Saat itu juga, teman Lee Tuti Susanti merekomendasikan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, “Teman saya juga terdiagnosa multiple myeloma, beruntungnya pengobatan pertama yang ia jalani adalah Minimal Invasif, saat ini kondisinya pulih dengan sangat baik, ia sudah bertahan hidup selama bertahun-tahun!” Lee Tuti Susanti mengatakan dengan senang, karena rekomendasi dari teman, membuatnya optimis menjalani pengobatan kanker di luar negeri.

Pengobatan Minimal Invasif, Membuat Sel Kanker Dalam Darah Dari 64% turun hingga 14%

Tanggal 10 Agustus 2018, Lee Tuti Susanti didampingi oleh anaknya datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, tim medis MDT menentukan metode pengobatan Minimal Invasif yang disesuaikan dengan kondisi penyakitnya, yaitu Intervensi + Immunotherapy + Traditional Chinese Medicine (TCM).

multiple myeloma, kanker, pengobatan kanker, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Immunotherapy, Traditional Chinese Medicine

Dokter yang menangani Lee Tuti Susanti, dr. Yao mengatakan, “Berbeda dengan kanker pada umumnya, multiple myeloma adalah jenis tumor ganas yang terdapat pada sistem darah di seluruh tubuh, kemoterapi adalah pengobatan yang paling sering diterapkan sampai saat ini. Namun, efek samping kemoterapi sangat jelas. Dokter menerapkan Intervensi untuk pasien usia lanjut seperti Lee Tuti Susanti, dibandingkan dengan kemoterapi, metode ini obat anti kanker dialirkan melalui pembuluh darah vena, konsentrasi obat 10 kali lebih tinggi dari kemoterapi dan tidak merusak jaringan normal lainnya, minim efek samping. Dikombinasikan dengan TCM dan Imunoterapi, dapat membunuh sel myeloma sekaligus meningkatkan imunitas tubuh pasien, membantu pasien melawan kanker dengan efektif.”

Di Malaysia dan Singapura, Lee Tuti Susanti belum pernah mendapatkan informasi Intervensi sebelumnya, karena itu pada saat pertama kali menjalani pengobatan, ia tidak berhenti menghibur diri sendiri, tetapi ia tetap tidak bisa mengontrol perasaan takut dan gelisah.

“Berbeda dengen kemoterapi, Intervensi tidak mendatangkan rasa tidak nyaman apapun, setiap kali selesai menjalani Intervensi, saya bisa langsung turun dari ranjang dan berjalan, bahkan tidak ada efek mual, muntah, lemas dan gejala lainnya, sampai tanggal 16 Oktober 2018, saya ketiga kalinya masuk ke rumah sakit, gejala lelah, sakit, batuk dan sebagainya menghilang. Hasil pemeriksaan medis terbaru menunjukkan, sel kanker dalam darah menurun hingga 14%.”

Sebelum keluar rumah sakit, Lee Tuti Susanti menceritakan kondisinya dengan sangat senang.

Sampai saat ini, Lee Tuti Susanti sudah menjalani 4 kali Intervensi dan 2 kali Imunoterapi. Dokter Yao terus menerapkan pengobatan Minimal Invasif untuknya, sampai kankernya menghilang sampai tuntas.

Menghadapi Kanker, Optimis Adalah Obat Terbaik

Kecantikan, humor, tertawa adalah penilaian tim medis kepada Lee Tuti Susanti, “Menghadapi kanker, optimis adalah obat terbaik, percaya kepada diri sendiri, pasti dapat memenangkannya!” Ini adalah motto Lee Tuti Susanti dalam melawan kanker, ia berharap semangatnya dapat memberikan semangat kepada setiap pasien kanker lainnya dalam melawan kanker, jangan khawatir, lekas sembuh!

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59