Kanker Rektum Stadium Lanjut, Saya Percaya Dengan Teknologi Minimal Invasif di China
+  -

 kanker rektum, pengobatan kanker rektum, Intervensi, kemoterapi akses infus arteri, Traditional Chinese Medicine, Minimal Invasif, Infus arteri Percutaneous kemoterapi

Sakit Perut Yang Tidak Tertahankan, Gangguan BAB, Adalah Kanker Rektum Stadium 4

Awal Mei 2017, karena sulit BAB, serta bagian perut terasa sakit dan bengkak, Chng Bon Kee pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Setelah mengkonsumsi obat dari dokter, kondisinya tidak kunjung membaik. Melalui hasil pemeriksaan CT scan ditemukan tumor dengan diameter 3.5cm yang menghambat saluran ususnya, sehingga ia tidak bisa BAB dengan lancar. Setelah menjalani biopsi, ia didiagnosa kanker rektum stadium 4. Bulan Juli 2017, rasa sakit dan bengkak pada perutnya semakin parah, ia menjalani kolonostomi di bagian kolon sebelah kanan seperti yang disarankan dokter. Setelah menyelesaikan masalah BAB, dokter menyarakannya untuk menjalani kemoterapi sebagai pengobatan penunjang untuk tumor di usus, tetapi Chng Bon Kee menolaknya.

“Karena saya tidak yakin dengan kemoterapi, saya melihat banyak teman di sekitar saya, 3-5 tahun setelah menjalani kemoterapi, bahkan 1-2 tahun setelah kemoterapi meninggal. Teknologi pengobatan kanker di Malaysia tidak begitu maju, tidak ada Intervensi hanya ada kemoterapi,” katanya. Setelah itu ia mencari Traditional Chinese Medicine (TCM), ketika dokter memberitahukan bahwa tingkat keberhasilan pengobatan tradisional kanker rektum hanya 38%, ia memutuskan untuk pergi ke China dan mencari pengobatan yang lebih efektif.

Menolak Kemoterapi, Pergi ke China Menjalani Pengobatan Minimal Invasif

“Dua puluh tahun yang lalu saya mempunyai teman yang sudah menjalani pengobatan kanker di Guangzhou, China, ia kembali ke rumah dan menjalani hidup selama 10 tahun, setelah itu ia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Karena itu saya yakin teknologi pengobatan kanker di China sangat maju, dapat mengobati kanker dengan efektif. Saya datang ke China menjalani pengobatan, dengan harapan dapat mempertahankan hidup saya lebih lama lagi,” kata Chng Bon Kee.

Setelah itu, melalui rekomendasi seorang teman dan tulisan di koran, Chng Bon Kee mendapatkan informasi tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Anaknya menghadiri acara seminar kanker di Kuala Lumpur, dan berkonsultasi dengan Prof. Peng Xiao Chi. Prof. Peng mengatakan, kanker rektum stadium 4 masih memiliki peluang kesembuhan hingga 78%, harus optimis. Setelah berdiskusi dengan keluarga, Chng Bon Kee pergi ke kantor perwakilan yang ada di Kuala Lumpur untuk konsultasi lebih lanjut. Setelah memahami teknologi pengobatan, biaya perawatan, proses keberangkatan dan lainnya, Chng Bon Kee memutuskan untuk pergi ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjalani pengobatan Minimal Invasif.

“Prof. Peng memberitahu saya, Intervensi adalah pengobatan yang langsung ditujukan ke dalam sel kanker, konsentrasi obat lebih tinggi 2-8 kali lipat dibandingkan dengan kemoterapi sistemik, akurat membunuh sel kanker, bahkan tidak merusak jaringan normal sekitarnya, minim efek samping, pemulihan cepat, minim rasa sakit,” kata Chng Bon Kee.

 kanker rektum, pengobatan kanker rektum, Intervensi, kemoterapi akses infus arteri, Traditional Chinese Medicine, Minimal Invasif, Infus arteri Percutaneous kemoterapi

Disesatkan Oleh Dokter Traditional, 6 Bulan Menjalani Pengobatan Tradisi China, Kondisi Memburuk

“Tanggal 29 Agustus 2017, saya pertama kali datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dokter tim MDT menerapkan pengobatan Intervensi, kemoterapi akses infus arteri dan Traditional Chinese Medicine (TCM). Saya menjalani 2 siklus pengobatan selama 27 hari, sebelum keluar dari rumah sakit, dokter Wang Zeng Hai berpesan kepada saya untuk kembali dalam 3-4minggu melakukan kontrol.”

“Tetapi setelah pulang ke Malaysia, salah satu teman saya memberitahu saya bahwa kemoterapi tidak boleh dijalani terus menerus, butuh waktu yang lama untuk perawatan, sulit menyembuhkan. Saya mendengarkannya dan menggunakan obat tradisional, saya menjalani pengobatan tradisional selama 6 bulan dan tidak kembali ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan tepat waktu untuk kontrol kembali” kata Chng Bon Kee.

Selama mengkonsumsi obat tradisional, setiap bulannya Chng Bon Kee menjalani pemeriksan laboratorium, tetapi hasil tumor markernya (CEA) terus meningkat. Dibandingkan dengan saat baru keluar dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, setelah menjalani pengobatan tradisional selama beberapa bulan, nilai CEA meningkat dari 5.1 sampai 80! Hal ini membuatnya sangat khawatir, ia mulai ragu dengan khasiat obat tradisional, karena itu ia pergi ke rumah sakit lain untuk menjalani pemeriksaan, hasil CT scan menunjukkan, tumor di usus yang tadinya berukuran 3.5cm membesar sampai 4cm, nodul di paru yang jumlahnya 7 saat ini berjumlah 15. Ia segera menghubungi kantor perwakilan Kuala Lumpur untuk bersiap kembali ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjalani pengobatan lanjutan.

Percaya dengan Teknologi Minimal Invasif, Kembali ke Rumah Sakit, Kondisi Penyakit Dapat Diatasi

25 Maret 2018, Chng Bon Kee kembali ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani Intervensi ke-3. “Pengobatan ini tidak menderita, sangat santai, obat Intervensi tidak ada efek samping, kondisi saya sangat baik, nafsu makan baik, tidak merasa lelah, setelah kembali ke Malaysia, saya mengendarai sepanjang jalan selama 5-6 jam, tidur nyenyak di malam hari, saya tidur jam 9 malam, paginya saya bangun jam 5. Bagi orang tua seperti saya, waktu tidur ini sangat cukup,” kata Chng Bon Kee sambil tersenyum.

“Saya sering berkata kepada teman kanker di sekitar saya, agar mereka datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjalani pengobatan, saya menceritkan kondisi saya saat berobat di sini, memberikan alamat dan nomor telepon kantor perwakilan Kuala Lumpur kepada mereka, supaya mereka bisa mendapatkan informasi. Pengobatan tradisional prosesnya sangat lama, dan tidak dapat mengontrol perkembangan kanker. Di sini saya juga menjalani pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tetapi dokter Wang mengatakan, ini hanyalah pengobatan penunjang, pengobatan tradisional dapat meringankan efek samping akibat pengobatan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Membunuh sel kanker tetap harus mengandalkan teknologi Minimal Invasif” kata Chng Bon Kee.

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59