Pengobatan Minimal Invasif Membuat Pasien Kanker Serviks Lepas Dari Penderitaan Kanker
+  -

kanker seviks, pengobatan kanker serviks, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Minimal Invasif, Intervensi, Brachytherapy

Susilowati, asal Surabaya, Indonesia. Pada bulan Februari 2016, ia mengalami gejala keputihan, batuk dan sebagainya. Awalnya ia tidak peduli, karena biasanya suka berolahraga, selain berenang selama 1 jam setiap harinya, ia juga sering mendaki gunung dan lain sebagainya. Namun, hal yang tidak ia duga, gejala ini adalah tanda-tanda kanker serviks.

Histerektomi + 6 Kemoterapi Tidak Ada Hasilnya, 2 Tahun Kemudian Kanker Serviks Kambuh Kembali dan Menyebar

Di rumah sakit Indonesia, hasil CT scan menunjukkan kanker serviks stadium 1, ia merasa sedih. Susilowati dan keluarganya pergi ke rumah sakit kanker di Singapura, “Karena saya tidak percaya dengan teknologi pengobatan di Indonesia, teknologi pengobatan di Singapura mungkin lebih maju!” Susilowati menceritakan pilihan pertamanya.

Namun, pengobatan di Singapura tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan. Setelah menjalani histerektomi dan 6 kali kemoterapi, kondisinya sementara stabil. Tetapi efek samping dari pengobatan sangat besar, “Setelah menjalani kemoterapi, 75% rambut saya rontok, kulit menjadi hitam, sering mual dan muntah!” kata Susilowati.

Bulan Agustus 2016, selesai menjalani kemoterapi yang terakhir, tadinya ia menganggap bahwa penderitaannya akan berakhir, namun ternyata semuanya baru saja dimulai.

Bulan Februari 2018, ia mengalami gejala batuk berdahak dan gejala tanpa sebab lainnya, batuk semakin parah dan dada kanannya terasa sakit, kelenjar getah bening pada kedua sisi tulang klavikula membesar. Hal yang lebih mengecewakan lagi, di rumah sakit Indonesia, hasil CT scan menunjukkan kanker sudah menyebar ke paru, Susilowati merasa sangat depresi.

kanker seviks, pengobatan kanker serviks, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Minimal Invasif, Intervensi, Brachytherapy

Pergi Ke Luar Negri Untuk Mencari Pengobatan Kanker Serviks Yang Lebih Baik

Dalam suatu kesempatan, anggota keluarganya mendapatkan informasi mengenai St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Di Yayasan Kanker Indonesia, ada seorang pasien menceritakan pengalamannya berobat di rumah sakit ini. Dukungan dari keluarga dan bukti nyata hasil pengobatan efektif dari pasien tersebut, membuat Susilowati lebih yakin untuk pergi berobat ke Guangzhou. St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou memiliki kantor perwakilan di Surabaya, ketika ia mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai teknologi pengobatan Minimal Invasif di rumah sakit serta layanan penerjemah 24 jam yang disedikan oleh rumah sakit, ia pun percaya diri.

Pengobatan Minimal Invasif Kanker Serviks, Minim Efek Samping, Pemulihan Cepat

Awal masuk ke rumah sakit, kelenjar getah bening pada kedua sisi tulang klavikulanya membesar (kanan 4cm*5cm, kiri 2cm*3cm), karena batuk yang sangat parah, ia tidak dapat berbicara dan makan dengan normal, kualitas tidurnya pun menurun.

Berdasarkan kondisi penyakitnya, tim medis MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menentukan metode Intervensi + Brachutherapy untuknya.

“Intervensi berbeda dengan kemoterapi sistemik, saya tidak mengalami mual, muntah, kulit hitam dan lainnya, bahkan saya tidak merasakan rasa sakit seperti saat operasi. Saat ini saya sudah menjalani 4 kali Intervensi dan 2 kali Brachytherapy, gejala rasa sakit yang dialami dulu sudah menghilang, terkadang masih batuk ringan, gejala tidak nyaman pun secara perlahan berkurang,” kisah Susilowati.

Dokter yang menangani matheos laiskodat, dr. Lin Jing mengatakan, “Intervensi hanya membutuhkan luka saya 1-2mm saja, minim luka, minim efek samping dan pemulihan cepat, konsentrasi obat 2-8kali lebih tinggi dibandingkan kemoterapi biasa, mempunyai hasil efektif dalam membunuh dan mematikan sel kanker serviks. Brachytherapy hanya mempunyai efek internal, meringankan kerusakan pada jaringan normal, radiasi dalam jangka panjang 180 hari, dapat membunuh sel kanker dengan efektif. Kombinasi kedua metode ini adalah pilihan utama pengobatan bagi pasien kanker serviks.”

Sebelum keluar rumah sakit, Susilowati membagikan pengalamannya melawan kanker, “Menghadapi kanker, kita harus mempertahankan rasa optimis, mengikuti saran dokter, bekerja sama dalam pengobatan, mencari metode pengobatan yang tepat, dengan begitu kita pasti bisa menang melawannya, mari kita berjuang bersama!”

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59