4 Bulan Pengobatan Minimal Invasif, Pasien Kanker Paru Stadium Lanjut Mematahkan Vonis Kematian Dari Dokter
+  -

kanker paru stadium 4, kanker, pengobatan Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Cryosurgery


Herman Supriadi, asal Indonesia, tahun ini berusia 67 tahun. Di kamar rawat ia sangat optimis, dan antusias. Siapa yang menyangka, 4 bulan yang lalu, ia adalah seorang pasien kanker paru yang hidupnya divonis oleh dokter “kurang dari 3 bulan”.

Seketika Kanker Paru Muncul, Dokter Indonesia Memvonis “Masa Hidup Kurang Dari 3 Bulan”

Akhir bulan Maret 2018, Herman Supriadi menjalani pemeriksaan PET-CT scan di Indonesia, dan didiagnosa kanker paru stadium 4. “Harus segera menjalani operasi dan kemoterapi, jika tidak, maka sisa hidupnya tidak lebih dari 3 bulan,” seperti itulah penjelasan dokter di Indonesia saat Herman Supriadi dan keluarga berkonsultasi. Jawaban dari dokter di luar dugaan, tetapi saat menanyakan hasil dari pengobatan, mereka menjadi ragu, “Jika saya segera menjalani pengobatan, mereka (dokter Indonesia) juga tidak dapat menjamin hasil pengobatan saya, bahkan sulit memprediksi apa yang akan terjadi 3 bulan kemudian,” kisah Herman Supriadi. Menghadapi kanker paru, hidupnya menjadi tidak bermakna, sebagai orang Kristen, Herman Supriadi menghadapi kenyataan dengan optimis. Namun, istrinya mulai terpukul dan mengalami kesedihan.

18 Teknologi Minimal Invasif, Membuat Saya Optimis Melawan Kanker Paru

Beruntungnya, Anak Herman Supriadi mendapatkan informasi tentang St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dari internet. Ketika mereka mengetahui bahwa selain operasi dan kemoterapi, rumah sakit ini mempunyai 18 teknologi lainnya sebagai pilihan pengobatan, mereka menyarankan Herman Supriadi pergi ke China untuk pengobatan kanker paru.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Herman Supriadi mendengar informasi tentang rumah sakit ini, “Saya sudah pernah melihat informasi rumah sakit ini dari koran , ada seorang pasien kanker paru yang kondisinya lebih buruk daripadi saya, ia mendapatkan hasil pengobatan yang baik setelah menjalani pengobatan Minimal Invasif, saat itu saya merasa ini adalah suatu keajaiban, saya optimis, di rumah sakit ini saya juga bisa menciptakan keajaiban hidup!” kata Herman Supriadi.

4 Bulan Pengobatan Minimal Invasif, Tumor di Paru Saya Mengecil Sebanyak 70%

Tanggal 17 April 2018, Herman Supriadi ditemani oleh istri datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Awal masuk ke rumah sakit, ia batuk parah, dikarenakan tekanan tumor di parunya, ia sulit bernafas, makan dan minum terganggu, kondisi mentalnya menurun. Hasil CT scan menunjukkan, kanker paru stadium 4, tumor di paru kiri berukuran 13cm.

kanker paru stadium 4, kanker, pengobatan Minimal Invasif, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Cryosurgery

Dokter yang menangani Herman Supriadi mengatakan, “Tumor di paru kiri cukup besar, tekanan yang diberikan dapat merusak organ paru, sehingga menyebabkan batuk, sesak nafas dan gejala lainnya. Menurut kondisi penyakitnya, dokter tim MDT berdikusi dan menentukan metode pengobatan kombinasi Minimal Invasif Intervensi + Cryosurgery + Closed Drainage of Thoracic Cavity.”

“Saya dengar katanya kemoterapi dapat menimbulkan efek mual, rambut rontok, lelah dan sebagainya. Tetapi saat saya menjalani pengobatan, saya hanya merasa panas di pangkal paha saat obat dialirkan masuk, proses pengobatannya sangat cepat, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari saya. Seteleh Intervensi ke-5, gejala batuk, sesak nafas dan lainnya menghilang secara perlahan. Setelah menjalani Cryosurgery, tumor saya mengecil sebanyak 70%, selesai pengobatan nanti saya hanya perlu kembali ke rumah sakit untuk kontrol rutin,” Herman Supriadi menceritakan proses pengobatan dan kondisinya saat ini dengan senang. 

Dr. Yao menjelaskan, “Intervensi dan kemoterapi yang dianjurkan dokter Indonesia mempunyai perbedaan yang signifikan, pada Intervensi, obat dimasukkan melalui pembuluhn darah arteri femoralis, konsentrasi obat 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kemoterapi, efektif membunuh sel kanker dan tidak merusak sel normal lainnya. Sedangkan Cryosurgery menggunakan jarum gas Argon dan Helium dilepaskan ke dalam lesi, suhu panas dan dingin akan mematikan tumor, efektif diterapkan pada tumor berukuran besar, tanpa perlu operasi namun dapat mencapai hasil yang setara dengan metode operasi.”

Sebelum keluar dari rumah sakit, istri Herman Supriadi mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada tim medis di rumah sakit, “Metode pengobatan di sini sangat berbeda dengan di Indonesia, di Indonesia setiap pasien hanya ditangani oleh satu dokter, tetapi di sini ada tim dokter MDT, mereka lebih teliti dan ilmiah dalam menentukan metode pengobatan, sehingga kami sangat tenang, dan perawat di sini sangat sigap dan ramah terhadap pasien, sehingga saya merasakan kehangatan. Saya sangat beruntung dan juga sangat terharu bisa datang ke sini.”


Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.
Konsultasi kanker via telp
Hubungi : 0812 978 978 59